Sekitar Kita

Ini Dia Hukuman Yang Pantas Untuk Pelaku Pembunuhan Anak

Maraknya pembunuhan anak akhir-akhir ini cukup membuat masyarakat resah. Tidak hanya dibunuh, anak bahkan dilecehkan secara seksual sebelum akhirnya direnggut nyawanya.

Kisah terbaru pembunuhan anak yang heboh di media saat ini dilakukan oleh seorang lelaki bernama Agus. Pembunuhannya terbilang sangat sadis, setelah diperkosa dan dibunuh, mayat sang anak dimasukkan kedalam sebuah kardus dan dibuang disuatu tempat.

Tak hanya itu, sebelum heboh berita ini, masyarakat juga dihebohkan dengan dibunuhnya seorang anak di Bali oleh ibu angkatnya dengan mayat dikubur di kandang ayam.

Itu baru berita-berita pembunuhan anak yang heboh di media sosial dan televisi, bagaimanan dengan pembunuhan dan pemerkosaan anak yang tak diliput media?

Saya masih ingat beberapa tahun lalu di Aceh juga pernah terjadi pembunuhan anak yang dilakukan oleh paman korban sendiri hanya gara-gara jengkel dibangunkan dari tidur. Sebelum itu juga seorang anak gadis di perkosa dan dibunuh secara keji oleh tetangganya sendiri.

Pertanyaannya, Mengapa peristiwa-peristiwa ini terus terjadi?

Menurut saya ada dua alasan penyebabnya. Pertama, pelaku adalah korban tontonan tak bermoral seperti film blue dan lainnya, juga karena terlalu seringnya pelaku melihat aksi-aksi keji yang sama dipertontonkan oleh media, sehingga ia paham alur yang harus dilakukan jika melakukan aksi serupa. Kedua, kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak.

Maka solusi yang tepat untuk menghindari hal yang sama terjadi adalah menghukum pelaku seberat-beratnya hingga menimbulkan efek jera tidak hanya pada pelaku tapi orang-orang lain yang punya niat sama.

Orang tua hendaknya selalu mengawasi dan mengajari anak tentang perilaku-perilaku tak bermoral dan menjauhi hal-hal yang menjurus kepada perilaku tersebut.

Lantas, Hukuman apa yang pantas untuk pelaku pembunuhan anak?

Baca Juga:  Al-Quran Bisa Menebak Tahun Kelahiran? Benarkah?

Maraknya kasi pembunuhan anak dalam kardus membuat banyak orang berkomentar tentang hukuman yang pantas untuk pelaku pembunuhan anak. Hal ini muncul karena memang, hukuman penjara saja tidak akan pernah cukup dan sedikitpun tidak akan memberikan efek jera kepada para pelaku. Bahkan hukuman penjara seumur sekalipun tidak akan ada gunanya. Para pelaku akan berfikir “Paling Cuma Dipenjara”.

Ada juga yang berpendapat bahwa pelaku harus dihukum ‘kemiri kimia’ atau disuntikkan zat kimia sehingga alat vitalnya tidak berfungsi lagi. Kelihatannya mengerikan, tapi menurut saya ini masih belum cukup juga. Hukuman ini hanya cocok untuk pelaku pemerkosaan baik pemerkosaan anak atau dewasa.

Menurut saya, hukuman yang pantas untuk pelaku pembunuhan anak yang dibarengi dengan pemerkosaan adalah hukuman mati. Hukuman ini sesuai dengan tuntutan hukum Islam. Pembunuh hukumannya adalah Dibunuh.

Selain memberi efek jera kepada pelaku karena menghilangkan nyawa orang lain, hukuman ini dijamin 100% akan membuat orang lain merasa ngeri untuk melakukan pembunuhan.

Hal ini bisa kita buktikan di negara Arab Saudi yang menerapkan hukum Qishas. Tingkat pembunuhan di Arab Saudi terbilang rendah karena hukuman yang didapat pembunuh adalah dibunuh. Tak peduli warga negara apa, jika terbukti membunuh melalui persidangan dan tidak mendapat maaf dari keluarga korban makan hukumannya adalah di bunuh.

Saya sedikit heran dengan orang-orang yang menolak hukuman mati bagi pembunuh yang dengan sengaja membunuh. Adakala saat keluarga mereka yang menjadi korban, dipengadilan mereka malah teriak-teriak agar pembunuh di hukum mati.

Di Negara Yaman, pernah terjadi sebuah pembunuhan yang dilakukan seorang pria. Pria ini terbukti membunuh dan memperkosa seorang anak berusia 11 tahun. Setelah terbukti bersalah melalui pengadilan dan mengakui perbuatannya. Sang pria pelaku kriminal pembunuhan ini dijatuhi hukuman mati dengan ditembak di kepala.

Baca Juga:  Ide Konyol Beneran Agar BBM Diturunkan Lagi
hukum
Eksekusi Mati Pelaku Pembunuhan Anak Di Yaman

Prosesi hukuman mati ini pun dilakukan ditempat umum sehingga dilihat oleh banyak orang termasuk anak-anak. Sebelumnya pelaku diarak oleh beberapa polisi dijalan dengan menggunakan jubah putih dan tangan terborgol kebelakang hingga tiba di tempat eksekusi.

Saat tiba ditempat eksekusi, pelaku ditelungkupkan dengan wajah mencium kain merah yang telah disiapkan. Beberapa saat kemudian seorang eksekutor menarik pelatuk tempat dan dalam hitungan detik menembakkannya tepat di kepala pelaku pembunuhan anak.

Sadis bukan? Ya, tapi hukuman ini tidak sesadis saat pelaku melakukan kejahatannya dengan memperkosa dan membunuh anak. Bayangkan, saat diperkosa dan dibunuh dengan keji, bagaimana sakit dan menderitanya anak tersebut? Nauzubillah….

Baca juga: Video Miris Kelakuan Anak SMP Jaman Sekarang

Hukuman penjara sedikitpun tidak ada efek jera bagi pelaku, karena di penjara bisa saja pelaku melakukan kejahatan lain seperti narkoba. Dan lagi, terlalu enak sepertinya jika cuma dipenjara karena pelaku akan mendapatkan minuman dan makanan gratis. Bukan jera, tapi makin nyaman hidupnya.

Sekali lagi, saya yakin 10000000%, jika hukuman mati diterapkan di Indonesia untuk pelaku pembunuhan dan pemerkosaan anak, kasus-kasus serupa tidak akan terulang. Maka hukuman yang pantas untuk pelaku pembunuhan dan pemerkosaan anak adalah HUKUMAN MATI, bukan HUKUMAN SEUMUR HIDUP. Anda sejutu?

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Show More

Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker