Tuesday , June 27 2017
Download http://bigtheme.net/joomla Free Templates Joomla! 3

Tentang Perokok, Maka Merokoklah…

Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh para penikmat rokok di belahan dunia manapun Anda berada, dalam kondisi apapun Anda saat ini. Tulisan ini tidak bermaksud memvonis Anda apalagi menyuruh Anda berhenti merokok, itu hak Anda, tapi Anda harus sadar, hak Anda dibatasi oleh hak orang lain, maka inilah hak saya. Silahkan baca sambil menikmati rokok Anda! supaya terasa lebih nikmat seperti yang Anda dengung-dengungkan selama ini.
Banyak tulisan yang mengupas tentang bahaya dan mudharat dari rokok, bahkan disetiap bungkus rokok yang Anda beli ditulis dengan ukuran font yang tidak kecil “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANGKER, SERANGAN  JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN” yang sekarang sudah berubah menjadi “MEROKOK MEMBUNUHMU“.
Tapi kian hari penikmat rokok justru makin bertambah, bahkan iklan rokok terpampang jelas bak raksasa disetiap sudut kota, mengalahi iklan “Jagalah kebersihan” apalagi “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” tragis memang, tapi inilah realita yang harus kita telan. Sehingga untuk sebuah pembelaan diri Anda akan berkata “itukan merokok “DAPAT” lah saya beli”. Masyarakat kita seolah-olah menjadi masyarakat yang kenyang peringatan dan haus kenikmatan. Sehingga berlomba-lomba menggapai kenikmatan tanpa peduli siapa yang ia sengsarakan.Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita, diantaranya adalah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi yang menjalani hukuman mati, serta masih banyak lagi,memang mengerikan.Dan zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen. Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok.

Baca Juga:  Satu Hal Ini Bikin Saya Salut Sama Pak Jokowi
Tidak hanya itu, rokok juga menjadi biang dari penyebab penyakit-penyakit seperti; Kanker perut, Kanker usus dan rahim, Kanker mulut, Kanker Esofagus, Kanker tekak, Kanker pankrias, Kanker payudara, Kanker paru-paru, Penyakit saluran pernafasan kronik, Strok, pengkroposan tulang atau yang dikenal dengan osteoporosis, Kemandulan, Putus haid awal, Melahirkan bayi yang cacat, Keguguran bayi, Bronkitis, Batuk, Penyakit ulser peptik, Emfisima, Otot lemah, Penyakit gusi, Kerusakan mata dan lainnya. Pusing kan baca jenis-jenis penyakitnya? Apalagi kalau Anda menderitanya, tidak hanya Anda yang pusing, tapi keluarga Anda, ibu Anda, istri Anda, anak-anak Anda dan orang-orang yang sayang dengan Anda.
Bahkan yang lebih tragisnya, rokok juga menyerang orang yang tidak merokok, biasa disebut perokok pasif, yaitu mereka yang secara tidak langsung menghirup asap rokok yang dikeluarkan oleh penikmat rokok aktif. Hal ini bisa mengakibatkan meningkatkan risiko kanker paru-paru serta penyakit jantung, mengganggu sistem pernafasan termasuk radang paru-paru dan bronkitis, Sakit atau pedih mata, Bersin dan batuk-batuk, Sakit kerongkong, Sakit kepala, Keguguran janin, Tumbesaran janin terencat – 30% lebih tinggi, Kematian janin dalam kandungan, Pendarahan dari uri (abruption placenta). Bahaya asap rokok terhadap bayi bisa mengakibatkan gangguan pernafasan, mengganggu perkembangan kecerdasan, Jangkitan telinga, Leukeamia, Kanker otak 22%, Cepat lelah, Sindrom kematian secara mendadak.
Dari sekian banyak bahaya rokok yang tertera diatas pernahkan terbersit dibenak Anda sebuah kekhawatiran terhadap masa depan Anda?masa depan orang-orang sekeliling Anda?. Ya, mungkin Anda akan berkata, saya merokok kan turut membantu membuka lapangan kerja bagi mereka yang bekerja di pabrik rokok. Sekilas alasan ini masuk akal, karna jutaan masyarakat kita saat ini menjadi buruh rokok.
Tapi tidakkah Anda pikirkan keadaan diri Anda sendiri? Istri Anda, anak-anak Anda, seberapa menderitakah mereka nantinya jika harus terus-terusan merawat Anda yang terbaring dirumah sakit. Pernahkah ada dari perusahaan rokok datang membantu biaya pengobatan Anda? Bukankah saat Anda terbaring di rumah sakit mereka sedang asik membagi gaji karyawan mereka? Memperbesar jaringan mereka? Memperluas pemasaran mereka?
Mungkin sebagian orang akan membuat sebuah alasan baru untuk membela diri, “Lihatlah, dengan saya merokok, banyak orang dapat beasiswa dari perusahaan rokok, banyak fasilitas umum dibangun oleh perusahaan rokok”. Terima kasih, saya sudah lihat itu, dan menurut saya ini adalah alasan konyol, itu semua cuma kedok untuk menutupi kebringasan mereka merenggut kesehatan jutaan manusia. Dengan membangun banyak fasilitas umum, beasiswa ini itu, mereka mendapat banyak dukungan dari masyarakat untuk menggrogoti jantung manusia dan akhirnya mereka mendapat keuntungan yang luar biasa.
Bahkan orang terkaya di Indonesia adalah seorang direktur perusahaan rokok. Sedang Anda? Cuma jadi orang “miskin” yang selalu merenungi nasib dengan duduk santai ditemani sebatang bahkan berbungkus-bungkus rokok, lalu berkata “Sulit kali hidup ini”.

Banyak kisah tragis yang berkaitan dengan perokok aktif dan pasif, sebutlah Tika, seorang gadis manis tiba-tiba divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex yang disebabkan oleh flek paru. “Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru’.” Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial. Tidak hanya itu, seseorang pernah curhat belum lama ini di sebuah artikel yang mengupas tentang rokok.

Baca Juga:  Ngintip Gaji Dokter, Berapa Sih Gaji Dokter?

“Saya mulai merokok pada usia 19 tahun. Pada usia 40 tahun rokok mulai mengganggu kesehatan saya, lengan kebas saat terhimpit waktu tidur. Dokter mengatakan nikotin mulai masuk ke pembuluh darah. Lalu satu minggu saya stop rokok, ternyata tidak kebas lagi. Dr. Purnamawati (sekarang di RS Adam Malik Medan) menuntun saya berhenti merokok. Pertama saya harus dapat jawaban yang jujur kenapa saya mulai merokok. Seminggu saya baru dapat jawabnya, tak lebih agar saya dikatagorikan sudah dewasa! Cara kedua saya harus pasang nawaitu, yang butuh waktu 3 hari agar mantap. Ketiga langsung pada cara berhenti merokok : JANGAN DI ISAP !!! Alhamdulillah sejak 1992 saya sudah stop total rokok jahanam itu. Bagi yang belum terkena efek negatip rokok, hati-hatilah. Sebab, yang sangat berbahaya adalah asapnya. Bisakah Anda jamin asap yang Anda sedot bisa dikeluarkan 100%? Sisa asap yang tertinggal itu bisa masuk ke klep jantung yang dikirim oleh paru-paru. Klep jantung bisa terganggu,
dan yang sangat fatal tiba-tiba terjadi gagal jantung. Waspadalah dengan rokok, Anda enjoy membakar duit, pabrik rokok yang kaya raya.”

 Adalagi, silahkan simak,  “Wajahku langsung berubah pucat penuh ketakutan, tubuhku gemetar dan aku bergumam, “Kanker,kanker,kan…ker”, “Anda harus berhenti merokok” tAndas dokter. Seketika itu kukeluarkan sebungkus rokok dari sakuku lalu kupatah-patahkan dan kuhempaskan ke lantai sambil berkata, “Akan kuhancurkan kau sebelum engkau membunuhku!”, “Pergilah ke Beirut untuk memperoleh terapi kanker.” tegas dokter.

 Selanjutnya aku pergi ke Beirut dan masuk rumah sakit khusus kanker. Setelah mengambil foto pangkal
tenggorokan, pemeriksaan darah dan pemeriksaan kesehatan yang lain, dokter berkata kepadaku, “Kami tidak akanmengobati Anda kecuali jika Anda mau meninggalkan rokok , ” “Aku berjanji akan meninggalkan rokok selama-lamanya, Dok.” jawabku. “Baiklah, kalau begitu silahkan datang setiap hari untuk terapi.” kata dokter.
Setiap hari aku pergi ke rumah sakit untuk mendapat terapi. Hal ini berlangsung beberapa bulan dan
menghabiskan materi yang sangat luar biasa banyaknya. Akhirnya keadaanku berangsur-angsur membaik sehingga aku bisa kembali ke tanah air.”
Namun beberapa waktu berselang orang tersebut terserang penyakit penyempitan pembuluh darah, akibat rokok yang telah ia hisap selama empat puluh tahun. ternyata rokok tidak membiarkannya hidup lebih lama, rokok telah membunuhnya dengan racun-racun yang terkandung di dalamnya.

 Nah loh, apa Anda ingin jadi orang berikutnya yang akan menulis kan kisah Anda? Berarti, lanjutkan aktivitas merokok Anda dan jadilah penghancur bagi kehidupan Anda dan orang lain. Sehingga makin membuat Anda mudah mengutarakan isi hati Anda, karna Anda benar-benar telah merasakan pengalamannya. Maka merokoklah karena itu hak Anda tapi ingat, hak Anda dibatasi oleh hak orang lain.

Baca Juga:  Pedoman Mengatur Pola Makan
     

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

About Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *