Keluarga

Cara Terbaik Menyingkapi Suami Yang Marah

Cara Terbaik Menyingkapi Suami Yang Marah – Setiap pasangan suami istri pasti selalu dan akan terus mendambakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan penuh kasih sayang. Tapi permasalahan pasti terkadang terjadi karena perbedaan antara Suami dan Istri dalam menyingkapi suatu permasalahan yang muncul.

Acapkali yang dirugikan dalam setiap permasalahan adalah seorang istri, ia hanya bisa menitikkan air mata menahan kepiluan yang sedang terjadi karena sang suami yang terus memarahinya. Perkara akan semakin besar jika suami yang marah malah disingkapi dengan marah pula. Ibarat memadamkan api dengan api maka api akan semakin besar.

Letak kebahagian dalam rumah tangga tidak bisa diukur dengan harta, karena banyak istri yang kaya raya justru ditinggalkan oleh suaminya. Tak bisa dilihat dari banyaknya anak karena banyak istri yang mampu memberikan banyak anak kepada suaminya justru ditinggal cerai oleh sang suami. Tidak pula dilihat dari pintarnya istri memasak masakan kesukaan suami.

Sebenarnya, ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa kebahagiaan sebuah rumah tangga ada di tangan istri, seorang istri bisa menjadikan rumahnya ibarat taman surga dan ia juga mampu menjadikan rumah tangganya laksana neraka.

Baca Juga:  Cara Efektif Menghindari Penipuan Berkedok Asuransi

Suami yang marah karena suatu hal, itu wajar, tapi cara istri menyingkapi suami yang sedang marah harus lebih menjadi sebuah kewajaran dan kebijaksanaan. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga sedangkan istri adalah tiang penyangganya. Jika tiangnya tidak kuat maka, pemimpin akan lemah dan jiwanya akan ambruk. Berikut adalah beberapa Cara Terbaik Menyingkapi Suami Yang Marah yang saya ambil dari sebuah kisah;

Berdiam diri dengan penuh rasa hormat

Saat suami sedang marah dengan meletup-letup atau bahkan sampai membanting sesuatu, tetaplah berdiam diri tanpa terpancing emosi meski menurut Anda suami yang salah. Coba tundukkan kepala dengan bersikap seolah-olah Anda akan memaafkannya kemudian. Jangan sertakan diam Anda dengan sikap mengejek sang suami.

Usahakan tidak beranjak dari tempat diam Anda ketika suami sedang meluapkan rasa marahnya kepada Anda karena jika Anda bergerak dari tempat atau keluar dari kamar akan membuat suami menyangka bahwa Anda ingin menjauhinya dan tak sudi mendengarkannya.

Terimalah apapun yang diucapkannya dengan tenang, setelah ia tenang baru katanya padanya “Sudah selesai sayang?” (Atau dengan panggilan manis lainnya). Jika suami bilang sudah selesai maka Anda bisa beranjak dari tempat Anda dan melanjutkan pekerjaan rumah Anda. Biasanya, suami yang marah-marah akan merasa lelah sendiri, maka berilah ia waktu untuk sendiri, terkadang sang suami akan menyesali sikap marah yang barusan ia lontarkan kepada Anda.

Baca Juga:  Menguak Situs Islam Toleran, Sudah Toleran kah?

Jangan Pernah Menghindari Suami setelah ia marah

Biasanya, saat suami marah maka istri akan berusaha menjauh, tidak ingin berbicara dengan suami, bahkan pergi dari rumah. Jangan sekali-kali melakkukan ini, karena bisa jadi saat Anda pergi menjauh dan tidak ingin berbicara dengannya, sang suami sedang berusaha menghubungi Anda untuk meminta maaf. Jika ia tak bisa menghubungi Anda maka marahnya akan kembali muncul bahkan bisa lebih parah.

Bawakan Minuman Setelah Ia Marah

Selang beberapa saat setelah suami meluapkan marahnya, bawakan ia segelas jus buah, kopi, teh atau minuman lain yang ia sukai, persilahkan ia minum dengan kata-kata yang manis tanpa menyinggung permasalahan yang sedang terjadi. Anggap seperti tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.

Jangan Ikut Marah

Hal keliru yang sering dilakukan istri saat suaminya marah adalah ikut-ikutan marah kepada suami. Seperti saya katakan diatas, api tidak bisa dipadamkan dengan api.

Percayalah, rasa marah seorang suami itu tidak akan lama, jika disingkapi dengan baik maka ia akan menyesali apa yang ia lakukan dan meminta maaf kepada Anda karena telah memarahi Anda. Saat ini terjadi, maafkanlah suami Anda. Dengan begitu ia akan makin mencintai Anda. Jauhkan diri dari ego yang menolak untuk memaafkannya karena mempertahankan harga diri Anda sebagai wanita. Ingalah bahwa antara suami dan istri itu sudah tidak ada harga diri sejak akad dinyatakan sah oleh para saksi yang hadir dalam pernikahan Anda. Buktinya, Anda dengan berani membuka seluruh pakaian Anda di depan suami Anda. Upzzz….

Baca Juga:  Ini Balasan Langsung Dari Berniat Buruk Kepada Orang Lain (Jangan Tertawa Ya...)

Demikian Cara Terbaik Menyingkapi Suami Yang Marah. Baca juga Awalnya Menunda Hamil Akhirnya Suami Minta Poligami.

Workshop Toko Online

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Tags

Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker