Sekitar Kita

Solusi Paling Tepat untuk Atasi Macet di Indonesia

Solusi Paling Tepat untuk Atasi Macet | Kemacetan selalu bikin sumpek, meski jalan di perlebar, jalur diperbanyak, tetap saja macet.

Terkhusus di Ibukota Rebuplik Indonesia, Jakarta, kemacetan sudah jadi makanan sehari-hari warganya. Saya sendiri terasa sangat sulit untuk membayangkan jika harus hidup dan tinggal di Jakarta.

Meski sumber penghasilan disana sangat menjanjikan, tapi untuk menetap rasanya sangat tidak nyaman. Hal ini bisa jadi di picu oleh penataan kota yang tidak beres dari zaman dahulu. Bayangkan, dalam sebuah kota terdapat dua aktifitas paling sibuk di dunia yaitu pusat pemerintahan sebuah negara dan pusat bisnis.

Malaysia adalah contoh kecil negara yang berhasil mengatasi kemacetan dengan memisahkan pusat pemerintahan dan bisnis.

Baca juga: Bisnis Donald Trump Di Indonesia, Anda Wajib Tahu

Terlepas dari itu, apapun upaya yang di lakukan di Indonesia untuk mengatasi kemacetan menurut saya tidak akan menjadi solusi. Lihat saja berapa kali dan berapa banyak sudah pemilihan kepala daerah di Jakarta yang selalu membawa jargo bebas banjir bebas macet untuk menarik simpati, tapi hasilnya setelah mendapatkan kedudukan di pemerintahan tetap sama, macet malah kian menjadi-jadi.

Lantas apa solusinya?

Bagaimana Solusi Paling Tepat untuk Atasi Macet di Indonesia?

Menurut saya, lihat penyebab kemacetan, pasti, kendaraan bersepeda sepeda motor kan? baik mobil atau sepeda sepeda motor . Ya. Maka solusinya adalah memperkecil volume dari kendaraan bersepeda sepeda motor tersebut.

Artinya, jumlah pengguna kendaraan bersepeda sepeda motor harus diminimalisir. Mari kita lihat, kenapa jumlah kendaraan bersepeda sepeda motor semakin hari semakin meningkat?

Ya, karna syarat untuk mendapatkan sepeda sepeda motor dan mobil di Indonesia ini sangat mudah. Hanya dengan uang 20 juta saja sekarang kita sudah bisa bawa pulang mobil yang kita inginkan. Berikutnya tinggal mencicil setiap bulan.

Jika gagal mencicil, uang yang sudah dicicil hangus, mobil ditarik kembali. Mobil yang sudah ditarik tersebut akhirnya di lelang kepada orang lain yang sanggup membayar dengan harga dibawah harga pasar pastinya. Dengan begini, kendaraan terus bertambah.

Tidak ada guna memperlebar jalan, membangun transportasi publik selama cara mendapatkan kendaraan tidak di ubah. Masyarakat yang tadinya tidak sanggup membeli terpaksa membeli hanya karna tuntutan gaya hidup. Si A sudah punya mobil, masak saya belum.

Lihat saja setiap menjelang mudik lebaran di Indonesia, para pelaku leasing atau kredit laris manis dicari oleh para konsumennya. Masyarakat berbondong-bondong mendapatkan kendaraan baru yang akan dibanggakan dikampung halamannya sebagai wujud kesuksesan dalam mengais rezeki di perantauan.

Saya teringat saat mencari sepeda sepeda motor untuk adik, semua dealer yang saya kunjungi saat saya bertanya “yang merah ini berapa mbak”

Si embak langsung balas “Mau ambil CASH atau KREDIT mas?”
“CASH!” Jawab saya, tau apa balasan di embak? “Owh yang itu sudah ada yang punya mas” “?@?2/2.2.,*&#^&**^

Klo sudah ada yang punya kok nanya CASH/KREDIT? Tapi alhamdulillah akhirnya saya bisa mendapatkan sepeda motor secara cash setelah mendatangi langsung pemilik dari dealer motor. Baca juga: Akhirnya, Sule Pun Main Youtube, Ini Rahasia Main Youtube

Anda tau kenapa?

Karna membeli CASH tidak memberikan keuntungan banyak bagi mereka, mereka lebih suka pembeli CREDIT, karna makin lama dicicil makin besar keuntungan yang didapat dan pastinya jika tidak sanggup bayar lagi, sepeda sepeda motor /mobil akan ditarik paksa.

Begitulah upaya pembodohan dan perasukan dalam jurang RIBA. Perbuatan sangat terlarang dalam ISLAM.

MAKA, Solusi terbaik untuk mengatasi MACET bukan dengan memperbanyak BUS UMUM, JALAN LEBAR, Moda transportasi ini itu. BUKAN!!!.

Solusinya, HENTIKAN MEMBELI MOBIL/sepeda sepeda motor dengan System KREDIT. Tidak punya uang ya tidak usah paksakan diri ambil sepeda sepeda motor /MOBIL.

Dengan begitu, akan sedikit orang yang benar-benar punya MOBIL/sepeda sepeda motor sehingga beralih ke Transportasi PUBLIK yang lebih memadai. Transportasi PUBLIK pun harus benar-benar jadi pilihan yang selalu di nanti. Bukan transportasi yang dibangun karna angin-anginan.

MOBIL dan sepeda sepeda motor yang ada di negara kita ini pun 100% bukan asli produk Indonesia, semua produk luar, Masyarakat Indonesia jadi orang paling konsumtif terhadap produk luar sehingga produk sendiri selalu terkucilkan. Masak ia negara sebesar ini gak bisa bikin MOBIL/sepeda sepeda motor sendiri……Bisa, tapi demi kepentingan ASING, produk lokal tersebut di HANCURKAN perlahan-lahan.

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Musthafa.Net

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker