Life StyleMedia SosialReview

UpScrolled — Sosial Media Baru yang Mengubah Cara Kita Bersosial di Era Digital

Di tengah dominasi raksasa media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X, lahirlah sebuah pemain baru yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi para pengguna internet: UpScrolled. Platform ini bukan hanya “aplikasi lain” — melainkan gerakan sosial digital yang lahir dari keresahan terhadap sistem algoritma dan sensor konten yang dinilai tak adil.

Apa Itu UpScrolled?

UpScrolled adalah sebuah media sosial berbasis microblogging dan berbagi video pendek yang diluncurkan pada Juni 2025. Didirikan oleh Issam Hijazi, seorang teknolog Palestina-Jordan-Australia yang sebelumnya berpengalaman bekerja di perusahaan teknologi besar seperti IBM dan Oracle, UpScrolled hadir sebagai alternatif yang lebih transparan dan adil dibanding platform media sosial tradisional.

Tujuan utama platform ini adalah memberikan ruang bagi semua pengguna untuk menyampaikan suara mereka tanpa takut disensor, diabaikan oleh algoritma, atau didiamkan secara tidak adil. Menurut situs resminya, setiap postingan di UpScrolled memiliki peluang yang adil untuk dilihat oleh audiens — sistem yang jauh berbeda dari permainan algoritma yang sering membuat konten tidak terlihat tanpa penjelasan.

Fitur Unggulan yang Membuatnya Menarik

UpScrolled bukan sekadar tiruan dari media sosial populer — platform ini mencoba menggabungkan fitur utama dari berbagai jaringan besar sambil menyisipkan prinsip fairness dan transparansi:

  • Feed Kronologis: Konten di feed mengikuti urutan waktu sebenarnya, sehingga pengguna melihat postingan terbaru tanpa manipulasi algoritma.
  • Tanpa Shadowban: UpScrolled berkomitmen untuk tidak melakukan shadowban — yakni memukul konten tanpa memberitahu pengguna — sehingga pengguna tahu apa yang terjadi dengan konten mereka.
  • Bebas Dari Agenda Tersembunyi: Platform ini menegaskan bahwa ia tidak berpihak pada agenda politik atau komersial tertentu.
  • Beragam Format Konten: Pengguna bisa membagikan teks, foto, video pendek, dan stories, membuatnya terasa familiar tapi tetap unik dibanding jaringan lain.
  • Privacy & Data: UpScrolled menegaskan tidak menjual data pengguna atau memprioritaskan konten melalui pihak ketiga, menjadikannya lebih ramah privasi dibanding sejumlah besar platform lain.

Lonjakan Popularitas dan Momentum Global

Meskipun baru diluncurkan, UpScrolled sudah mencatat lebih dari 1 juta pengguna aktif dalam waktu singkat dan menduduki peringkat top social networking app di Apple App Store di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Inggris.

Baca Juga:  Jasa Pembuatan Blog Professional Murah

Lonjakan ini tak lepas dari situasi dinamika dunia digital baru-baru ini: adanya perubahan kepemilikan TikTok di AS beserta kekhawatiran sebagian pengguna soal sensor konten, membuat banyak orang “bermigrasi” ke platform alternatif yang dianggap lebih netral seperti UpScrolled.

Sosok di Balik UpScrolled: Issam Hijazi

Pendiri UpScrolled, Issam Hijazi, adalah seorang teknolog dengan latar belakang Palestina, Yordania, dan Australia. Motivasi Hijazi untuk membangun platform ini berakar dari pengalamannya melihat konten-konten bermakna — termasuk yang berkaitan dengan isu hak asasi manusia dan konflik global — sering kali menghilang atau ditenggelamkan oleh algoritma media sosial besar.

Hijazi sendiri menyatakan bahwa ia ingin menciptakan sebuah ruang yang benar-benar milik pengguna — bukan milik algoritma atau kepentingan bisnis besar — agar suara kecil sekalipun tetap dapat terdengar.

Kenapa UpScrolled Beda?

Perbedaan utama UpScrolled dibanding media sosial mainstream lainnya adalah fokusnya pada keadilan distribusi konten dan keterbukaan sistem. Sementara platform besar sering menggunakan algoritma kompleks yang tidak transparan, UpScrolled berusaha mengembalikan kontrol visibilitas konten penuh kepada pengguna itu sendiri.

Pendekatan ini menarik minat banyak pengguna yang merasa frustrasi dengan algoritma yang terus berubah dan tidak bisa dijelaskan — terutama mereka yang merasa suara mereka tersembunyi oleh sistem.

UpScrolled mungkin masih baru, tetapi pertumbuhannya menunjukkan ada kebutuhan besar akan ruang digital yang fair, transparan, dan menghormati kebebasan berekspresi. Tanpa harus mengejar like atau mengikuti permainan algoritma yang rumit, UpScrolled memberi pengguna pengalaman sosial media yang simpel tapi bermakna.

Di dunia yang semakin terhubung, mungkin inilah awal dari babak baru dalam cara kita berkomunikasi, berbagi cerita, dan scroll bersama — tanpa batasan tersembunyi di balik layar.

Perbandingan UpScrolled vs TikTok vs Instagram

Pendekatan Feed & Algoritma

🔹 UpScrolled

  • Feed “Following” ditampilkan secara kronologis tanpa manipulasi algoritma — apa yang kamu lihat adalah posting terbaru dari akun yang kamu ikuti.

  • Ada juga feed “Discover” yang menampilkan konten populer berdasarkan engagement (like, komentar, reshared), dengan sedikit elemen kebetulan agar konten baru punya peluang tampil.

  • Tidak ada shadowban atau hidden throttling seperti yang sering dikritik di platform besar.

Baca Juga:  Tips Menemukan Karir Impian Masa Depan

🔹 TikTok

  • Terkenal dengan algoritma For You Page (FYP) yang sangat personal dan otomatis menampilkan konten yang diprediksi sesuai minat pengguna.

  • Algoritma ini bisa membuat konten “viral” dengan cepat, tapi sering dipandang tidak transparan karena prioritas konten ditentukan oleh mesin rekomendasi.

🔹 Instagram

  • Feed utamanya juga kini lebih banyak dipengaruhi algoritma dibanding kronologis.

  • Konten direkomendasikan berdasarkan preferensi pengguna, interaksi sebelumnya, dan pola penggunaan.

Intinya: UpScrolled menonjolkan transparansi feed dibanding TikTok dan Instagram yang sangat bergantung pada algoritma rekomendasi.

2. Jenis Konten & Fokus Pengguna

🔹 UpScrolled

  • Mendukung foto, video pendek, dan teks, mirip gabungan Instagram, TikTok, dan X (Twitter).

  • UI terlihat seperti Instagram dengan stories, likes, comments juga ada.

  • Cocok untuk posting yang lebih luas: bukan hanya hiburan dan video pendek.

🔹 TikTok

  • Fokus utama di video pendek vertikal dan tren suara/efek yang cepat viral.

  • Kreator sering memanfaatkan audio, tantangan, dan tools editing kuat di dalam aplikasi.

🔹 Instagram

  • Multifungsi: foto, video (Reels), stories, live, dan sekarang belanja serta konten AR.

  • Lebih ke kehidupan sehari-hari, estetika foto, dan visual yang “rapi”.

Intinya: TikTok unggul di video pendek dan hiburan cepat, Instagram di visual gaya hidup, sedangkan UpScrolled mencoba menggabungkan berbagai format konten secara lebih netral.

3. Kebijakan Konten & Sensor

🔹 UpScrolled

  • Platform ini memposisikan diri anti sensor berlebihan dan tanpa agenda tersembunyi, hanya memoderasi konten yang melanggar aturan dasar seperti ujaran kebencian, kekerasan, atau aktivitas ilegal.

  • Mereka menjanjikan pemberitahuan kepada pengguna jika akun atau konten dihapus — tidak ada “ban diam-diam”.

🔹 TikTok & Instagram

  • Keduanya memiliki kebijakan moderasi kuat; konten bisa dibatasi atau tidak direkomendasikan tanpa penjelasan detail kepada pembuatnya.

  • TikTok terutama menjadi sorotan karena dugaan sensor terhadap konten tertentu setelah restrukturisasi kepemilikan di AS.

Baca Juga:  Aplikasi Kasir Online Omegasoft Terbaik dan Lengkap Coba GRATIS Sekarang!

Intinya: UpScrolled menonjolkan kebebasan ekspresi yang lebih “terbuka”, sedangkan TikTok dan Instagram lebih hati-hati dengan moderasi demi keamanan dan kebijakan komunitas.

4. Alat Kreator & Ekosistem

🔹 TikTok

  • Paling kuat dalam hal tools kreatif: efek AR, suara viral, duet, stitch, dan alat editing lengkap yang mendorong tren global.

🔹 Instagram

  • Reels, filter AR, dan integrasi belanja serta influencer marketing menjadikannya alat promosi kuat untuk brand dan kreator.

🔹 UpScrolled

  • Saat ini fitur kreatifnya masih tergolong dasar (video/tekstual/foto), belum sekaya TikTok atau Instagram dalam hal efek, audio, dan alat editing kompleks.

  • Ekosistem kreatornya juga masih berkembang karena relatif baru.

Intinya: TikTok tetap unggul dalam alat kreativitas dan tren, Instagram kuat di brand & gaya hidup, sedangkan UpScrolled masih baru dan fokus pada distribusi konten adil.

5. Pertumbuhan, Popularitas & Tantangan

🔹 UpScrolled

  • Baru diluncurkan sejak pertengahan 2025 dan cepat naik tangga populer di App Store, bahkan sempat memuncaki kategori jejaring sosial.

  • Server sempat kewalahan karena lonjakan pengguna baru yang mendadak.

🔹 TikTok & Instagram

  • Dua platform besar dengan basis pengguna global jauh lebih besar dan matang.

  • Sudah mapan di berbagai demografi dan digunakan rutin untuk hiburan, bisnis, serta budaya populer.

Intinya: UpScrolled masih kecil jika dibandingkan raksasa seperti TikTok dan Instagram, tetapi pertumbuhannya menunjukkan ada minat besar terhadap alternatif sosial media yang dianggap lebih adil.

UpScrolled hadir dengan pendekatan baru yang menekankan keterbukaan, feed kronologis, dan peluang visibilitas yang adil. TikTok unggul dalam viral entertainment, sementara Instagram kuat di visual dan gaya hidup. Setiap platform punya karakter dan fungsi uniknya sendiri — jadi pilihan terbaik tergantung tujuan & gaya penggunaan kamu.

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button