Motivasi

Bermalam Di Kuburan, Sebuah Peringatan

Kematian pasti akan mendatangi setiap mahkluk. Kehadiranya tak bisa ditolak, meski oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan. Sebagaimana dalam kisah Abu Bakrah, ketika sakitnya semakin parah, anak-anaknya bermaksud mendatangkan seorang dokter, tetapi Abu Bakrah menolak. Ketika sakratul maut tiba, Abu Bakrah berteriak memanggil anak-anaknya, “ dimana dokter? Datangkan kemari untuk menolak kematian ini, kalau dia sanggup “. Demi Allah seandainya seluruh dokter didunia hadir, niscaya mereka tak akan sanggup mengembalikan ruhnya. Itulah kematian, yang memusnahkan semua kelezatan yang mencerai-beraikan anak-anak menjadi yatim atau piatu bahkan yatim piatu.

Kalau kita mencermati kematian, niscaya tahu bahwa ia adalah berdiam di suatu tempat maupun yang suka pergi berkelanan. Karenaya seorang hamba keluar dari dunia menuju surga atau neraka.
Tak ada yang harus dikhawatirkan dalam kematian. Ia adalah pintu yang setiap orang pasti akan memasukinya, tetapi yang menjadi masalah serius adalah apa yang terjadi setelah kematian? apakah berupa taman dan sungai yang mengalir, dalam tempat yang dijanjikan Allah, ataukah berupa kesesatan dan api yang bergejolak. Maka, orang shaleh akan sangat rindu, ingin segera bertemu dengan rabb mereka. Menyiapkan bekal kematian, yang menjadi gerbang menuju negeri akhirat. .

Baca Juga:  Pesan dan Nasehat DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA

Rasulullah sendiri menjelang ajal berwasiat kepada seluruh umatnya : “ Masa pergantian itu telah dekat, dan kalian tidak akan melihatku kembali ketempat ini. Maka siapa saja yang telah aku jilid punggungnya, inilah punggungku, hendaklah ia membalasnya. Barang siapa aku ambil hartanya, inilah hartaku ambillah. Barang siapa aku cela kehormatanya, maka hendaklah ia membalasnya. Jangan sampai salah seorang dari antara kalian khawatir aku akan dengki padanya. Kedengkian bukan sifat dan karakterku. Yang paling aku sukai dari kalian adalah yang berani mengambil kembali haknya yang mungkin telah aku rampas, atau memaafkan aku. Sehingga kelak aku menghadap Allah dalam keadaan tidak mendzalimi seorang pun.”

Beberapa hal yang perlu kita ingat tentang jenazah dan ajal :

Kematian bila datang tak dapat ditangguhkan atau dimajukan. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali atas izin Allah, sebagai ketepatan yang telah ditentukan waktunya.” Dan seseorang yang telah meninggal tidak akan hidup lagi. Ia tidak akan keluar dari kubur, sampai datang saat ditiupnya sangkakala pada hari kiamat. Barang siapa mengatakan bahwa ada seorang imam, wali atau nabi yang hidup kembali setelah mati, sungguh ia telah melakukan kedustaan yang besar, sekaligus menjadi penolong syetan.

Baca Juga:  Milyader Sosial Media Ini Ternyata Hidup Sederhana

Sungguh azab dan nikmat kubur adalah kepastian yang telah ditetapkan dalam Al-Quran dan sunnah. Ibnu mas-ud berkata “ adzab pertam didunia, kedua di kubur dan yang ketiga ada di neraka sebagai azab yagn paling pedih.”

Azab dan nikmat kubur adalah perkara ghaib, tidak bisa dilacak dengan akal, sementara iman kepada yang ghaib adalah sifat terpenting seorang mukmin.


Tidak diperkenankan untuk meratapi dan menjerit dihadapan jenazah, terutama kaum wanita.
” Dan wanita yang meratapi jenazah, kalau ia belum bertaubat sebelum kematianya, akan diberdirikan pada hari kiamat dan diberi pakaian dari aspal dan terbungkus baju besi”. Seorang yang ditinggal mati oleh orang yang dicinta hendaklah sabar. Dengan itu, ia akan memperoleh pahala yang besar “ Tidak ada hamba-Ku yang bersabar ketika aku ambil nyawa orang dicintainya, kecuali kusediakan surga baginya “

Ziarah kubur disyariatkan dalam islam, sebagai ikhtibar dan peringatan bahwasanya kita akan mengikuti mereka. Bukan untuk maksud mencari berkah, membangun atau merenovasi kuburan, nauzubillah kalau sampai menjadikan si mayit sebagai wasilah untuk mencapai sesuatu.

Baca Juga:  Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Paling Mudah dan Paling Menjanjikan

Wahai orang yang diseru untuk mendapatkan keselamatan namun tidak menjawab. Wahai orang yang telah ridha untuk rugi dan sengsara, sesungguhnya urusanmu membahayakan. Ingatlah pada saat-saat kita beristirahat walau dalam waktu sekejap.

Celakalah kita! Al-Haq pasti akan datang. Seluruh amal kita akan diperhitungkan, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Saat itu diri kita tak mempunyai daya sedikit pun. Semuanya menjadi nyata, tak ada keraguan sama sekali. Pikirkanlah hari perpisahan yang pasti akan terjadi.

Apakah kita akan selalu dalam kelalaian, padahal orang-orang disekitar kita telah pergi.. Kita kan dipaksa untuk berpisah dengan kehidupan, meninggalkan tempat yang menyenangkan. Bagaimanan kau bisa memastikan, tempat tinggalmu berikutnya akan lebih menyenangkan ? celakalah kamu! Hidupkan selalu hatimu untuk mendengarkan nasehat. Renungkan orang-orang yang telah meninggal, bagaimana mereka menghadapi hari yang mengerikan itu. Sadarlah dengan penuh kesadaran. Berhati-hatilah dengan malaikat yang selalu mengawasi dan menemani kita. Suatu saat akan datang kepada kita, kematian yang memisahkan kita dari semuanya. Sebuah peristiwa yang akan menggetarkan hati kita. Apa yang telah kita persiapkan menghadapi peristiwa itu ? apakah kita merasa akan tahan menghadapi siksaan?

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Tags

Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker