TausiahTokoh

Nasehat Menggelitik Buya Hamka

Siapa yang tidak kenal dengan sosok ini? Perawakannya yang sederhana terlihat sangat bersahabat dengan siapapun yang pernah bertemu denganya. Almarhum Buya Hamka lahir di Sumatera Barat 17 Februari 1901 dan wafat di Jakarta 17 Agustus 1981. Nama lengkap beliau adalah Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dikenal sebagai ulama besar yang berwawasan luas dan memiliki pengetahuan tentang Islam secara mendalam. Meskipun berada dalam ruang lingkup Muhammadiyah, beliau dikenal berjiwa besar dan memiliki tingkat toleransi tinggi dalam menghadapi perbedaan pandangan diantara sesama ummat Islam dalam masalah-masalah “khilafiyyah” dan “furu’iyyah”.

Berikut beberapa pesan nasehat beliau yang terus bersemayam dan cukup menggelitik;

  • Kalau hidup sekedar hidup, Babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, Kerbau di sawah juga kerja
  • Jika datang kesenangan diberikan Tuhan kepadamu, bersyukurlah atas rahmat-Nya itu. Sebaliknya jika kesusahan yang menimpa diri, terimalah dengan sabar dan dada lapang, yang berarti dirimu bertambah dekat kepada Allah
  • Yang Pindah agama itu telah banyak, tetapi lebih banyak lagi yang lepas lolos dari ikatan Islam, tersapu habis pandangan dan cinta Islam dari dalam hatinya
  • Bila diri sudah dekat kepada Allah, percayalah, pasti tidak akan disia-siakan-Nya.
  • Bukan emas saja yang diuji orang, iman juga dapat ujian. Disaat-saat susah, janganlah hidup berkeluh kesah, anggap saja sedang menempuh ujian. Jika penuh syarat Iman tentu akan lulus. Sebab apa, seluas-luasnya menahan sabar akhirnya kita akan bersyukur. Tuhan berjanji, orang yang sabar dikasihani-Nya. Tetapi ingat pula, bahwa sabar itu ada batasnya; kalau sudah melewati batas masih diam juga, itu berarti lemah dan pengecut.
  • Adalah satu hal yang sangat tidak bisa diterima akal; Mengaku diri Islam, Mengikut perintah Allah dalam hal sembahyang (shalat) tapi mengikuti teori manusia dalam hal pemerintahan.
  • Jangan pernah takut jatuh karena hanya yang tak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan pernah takut gagal karena yang tidak pernah gagal adalah yang tidak pernah melangkah. Jangan pernah takut salah karena dengan kesalahan pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah kedua.
  • Orang-orang perempuan maju kemuka berlomba merebut kehidupan, sehingga alat-alat penghias diri, alat-alat kecantikan lebih melebihi mahalnya. Kemudian muncullah lomba kecantikan,memperagakan diri, lomba ratu-ratuan. Perempuan muda yang cantik tampil ke muka mendedahkan (memamerkan) dada, pinggul, dan pahanya,di tonton bersama dan diputuskan oleh juri siapa yang lebih cantik tampil ke muka mendedahkan. Maka ratu-ratu kecantikan itu jangan sampai menurun. Dan ini pun menghendaki perbelanjaan banyak dan mewah. Macam-macam nama yang diberi bagi ratu-ratu itu; Ratu Personality, Ratu luwes, Ratu daerah, Ratu Propinsi, Ratu Nasional, dan Ratu internasional
Demikian sedikit Nasehat Menggelitik Buya Hamka. Cukup banyak nasehat lain dari seorang Buya Hamka. Karena beliau banyak meninggalkan karya tulis yang masih bisa dipelajari sampai saat ini. Baca juga Kesederhanaan Seorang Bupati. Kisah toleransi Buya Hamka bisa baca di Mengapa Buya Hamka Baca Qunut Nazilah.
Workshop Toko Online

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Baca Juga:  Jika Rumah Kyai Lebih Baik Dari Asrama Santri, Maka Santri “boleh” Memberontak
Tags

Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker