Motivasi

Ini Dia Kunci Meraih Kesuksesan Yang Sesungguhnya

Keberuntungan seseorang tidak diukur dari apa yang ia dapatkan tapi, dinilai dari manfaat apa yang telah ia persembahkan untuk orang lain.

Hidup akan terasa indah jikalau kita mau menikmati setiap episode yang mesti kita jalani, hidup bukanlah menyesali kondisi yang telah ada, sebab kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita rasakan dan alami.

Memang hidup penuh dengan jalan yang berliku, selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah, maka perlu disadari bahwasanya setiap masalah yang kita hadapi merupakan sebuah tahapan guna menuju kedewasaan dalam menjalani serta mengarungi bahtera kehidupan.

Banyak potensi yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengarungi bahtera ini, sehingga kita dituntut untuk bercita-cita tinggi, bercita-cita dengan melihat realita yang ada, ingin jadi pengusaha sukses, sedangkan kerja tak mau, mustahil tuk dicapai. Kerja keras pakai otot, kerja cerdas pakai otak, kerja ikhlas pakai hati, penempatanya secara proporsional dan professional akan menumbuhkan generasi-generasi yang tahan banting, kuat iman, bersih hati dari kotoran jiwa.

Maka melatih diri untuk bersih lahir batin adalah satu tuntunan yang harus dijalani, namun langkah tersebut sangat tergantung pada keseriusan dan tekad diri kita sendiri, berusahalah agar setiap kata yang keluar dari lisan penuh makna karena perkataan akan melambangkan perilaku, ibarat sebuah teko yang diisi dengan kopi pasti akan mengeluarkan kopi, diisi air putih akan mengeluarkan air putih pula.

Keberuntungan seseorang tidak diukur dari apa yang ia dapatkan tapi, dinilai dari manfaat apa yang telah ia persembahkan untuk orang lain, sebab sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Maka, harus menjadi tekad yang menggebu-gebu bahwa untuk meraih kedudukan disisi Allah hendaknya bisa menjadi manusia terbaik dengan jalan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang lain, karena ciri kesuksesan kita adalah ketika kita ingin menjadi jalan untuk kesuksesan orang

Baca Juga:  Keutamaan Memiliki Ilmu Dibandingkan Harta

Kemudian mau menanamkan dalam dirinya sifat sabar terhadap segala upaya :

  1. Sabar dalam meluruskan niat, karena Allah tidak menerima suatu amal kecuali dilandasi niat yang lurus, sehebat apa pun amal kalau niatnya salah tidak akan di terima, sibuknya beramal kalau niatnya salah tidak akan berarti apa-apa
  2. Sabar dalam berproses atau berikhtiar, karena segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, membutuhkan waktu agar tercapai, orang yang ingin makan nasipun harus mengalami proses, membeli beras, mencucinya, lalu dimasak, barulah jadi nasi.
  3. Sabar dalam mendapatkan hasil, mari kita berkeyakinan bahwa tidak berhasil dalam pandangan manusia belum tentu dalam pandangan Allah, maka jangan pernah goyah, Aa Gym da’i kondang dari Bandung pernah memberikan ilustrasi, kalau nasi jadi bubur, berpikirlah ayam, cakue, kacang polong, kerupuk, kecap, seledri dan bawang goreng, jadilah bubur ayam, maka orang yang beruntung adalah ketika apapun yang ia lakukan dapat menjadi amal, ilmu bertambah, saudara banyak, dekat dengan Allah, dan bermanfaat bagi orang lain.

Untuk mencapai keunggulan pribadi ada 5 hal yang perlu diperhatikan :

 

Pertama, percepatan diri, karena orang yang unggul adalah orang yang lebih cepat dalam segala hal dari orang lain, jatah waktu yang diberikan Allah kepada setiap manusia adalah sama satu hari 24 jam, dalam waktu yang sama, isi harus beda, itu rahasia sukses, malamnya sama, orang lain tertidur pulas, sedangkan kita tahajud, maka akan beda pointnya, rumusnya adalah manajemen waktu yaitu sama tapi isi beda, oleh karena itu membiasakan diri dangan target dan perencanaan yang baik serta pantang sia-sia adalah adalah rumus orang sukses.

Baca Juga:  9 Hal Penting Agar Sukses Menjual

Kedua, memasuki system yang unggul, coba kita pikirkan logika ini : “ Ada dua kupu-kupu yang mengalami pengalaman berbeda dengan satu tujuan, yang satu terbang sendiri menyusuri jalanan, sedangkan yang kedua masuk dalam mobil yang melaju kencang dan lancar dijalan, tentunya yang akan cepat sampai adalah kupu-kupu yang masuk kedalam system unggul (mobil), bahkan kura-kura sebagai mahkluk yang berjalan lambat dapat mengelilingi dunia jika ia masuk kedalam kapal laut yang akan berlayar mengelilingi dunia.

Ketiga, bersaing positif, tidak menyalahkan orang lain saat keberuntungan belum datang, karena pada asasnya kita kalah bukan karena orang lain lebih hebat tapi, kemampuan kitalah yang harus dipertanyakan, saat ada yang tidak naik kelas atau harus duduk dikelas yang sama pada tahun berikutnya tidak usah menyalahkan soal ujian yang terlalu sulit, tapi kitanya saja yang tidak mampu menjawab karena belajar kurang sungguh-sungguh, KH. Hasan Abdullah Sahal pernah berkata : “Curigailah dirimu, belajarmu, kesungguhamu, curigailah ibadahmu. “ tidak perlu emosional dalam menghadapinya , saingan adalah aset buat kita untuk bisa terus mengembangkan diri agar dapat terus berbuat lebih dari orang lain, bukan sebagai penghancur, yang mesti diluluh lantakan, ingat lagi “ hidup sekali hiduplah yang berarti “

Baca Juga:  DAHSYATNYA FOKUS

Keempat, sinergi, berjama’ah, menjadi satu dan lebih kuat. Coba kita bayangkan sebuah kelas yang sebagian muridnya memiliki banyak potensi, mulai potensi belajar sampai potensi dalam keterampilan, kemudian ditambah oleh wali kelas yang memiliki berbagai macam potensi yang dapat dibanggakan, tentu kelas tersebut akan menjadi kelas unggul, karena dengan demikian dapat memotivasi murid yang kurang agar terus mengembangkan dirinya.

Kelima, kesuksesan tidak diukur didunia, tapi kesuksesan ukuranya adalah perjumpaan dengan Allah, dimana saat itu tidak ada guna harta yang kita miliki kecuali hati yang selamat. Maka sehebat apapun manajemen waktu, sehebat apapun system yang kita masuki, sehebat apapun kita bersaing positif dan bersinergi dengan orang lain, tidak akan berarti jika tidak memiliki basis qalbu yang salim.

Hidup menjadi pecundang, menjadi orang yang kalah adalah hidup hanya dimiliki oleh orang-orang yang merugi. Perlu diingat bahwasanya setiap mahluk telah diberikan potensi, hanya yang terpenting adalah bagaimana cara meraih dan memanfaatkan potensi yang ada untuk menggapai kesuksesan yang diinginkan baik di dunia maupun diakhirat, kadang aral rintangan yang dirasakan manusia dalam menjalani kehidupan bukanlah menjadi rintangan tuk menuju kesuksesan, justru dengan aral itulah membuktikan bahwa manusia belum bersungguh-sungguh dalam mencapai sesuatu yang diinginkanya, maka kesuksesan disini diukur dari seberapa banyak kita menata kepribadian, sehingga syarat sukses itu mampu terpenuhi melalui kemampuan kita menata kepribadian sendiri.

Dengan kata lain orang yang sukses sudah sewajarnya mempersiapkan diri untuk menerima kesuksesan. Mari bersama menggapai kesuksesan!

Pendapat atau Pertanyaan Anda?

comments

Tags

Musthafa Kamal

Seorang manusia fakir ilmu yang selalu berusaha belajar dan menjadi lebih baik agar bisa berbuat sebanyak-banyaknya untuk orang banyak. Menyukai dunia Desain Grafis, Blogging, Traveling, Online Marketing, Diet, Bisnis dan Ekonomi Islam

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker